Yamato Grace Uncategorized Pasar Malam di Tangerang Disesaki Pengunjung di Tengah Pandemi Covid-19

Pasar Malam di Tangerang Disesaki Pengunjung di Tengah Pandemi Covid-19


Para pengunjung tumpah ruah di pasar malam wilayah Poris, Kota Tangerang. Padahal Kota Tangerang menjadi zona merah penyebaran Covid 19. Pasar malam tersebut tampak dijubeli oleh sejumlah orang.

Mereka hilir mudik dan tak memedulikan protokol kesehatan. Kondisi pasar malam ini memang mirip dengan Pasar Lama, Kota Tangerang. Karena para pedagang di sana juga menjajakan aneka macam kuliner yang menjadi perhatian publik.

Namun bedanya, Pasar Lama hanya diperbolehkan beroperasi sampai pukul 18.00 WIB. Sedangkan kebijakan Pemkot Tangerang ini tidak berlaku di pasar malam. Ramainya aktivitas publik di kawasan pasar malam ini rentan terjadi penularan virus corona.

Sebab, masih terlihat sejumlah pengunjung yang tidak menjaga jarak serta tidak mengenakan masker. Lana satu dari pengunjung pasar malam asal Cipondoh, mengaku khawatir tertular Covid 19 ketika padatnya aktivitas publik. "Ketika pandemi, saya sekali ini ke sini. Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Takut kena corona," ujarnya, Minggu (13/9/2020).

Sementara Khusnul, pedagang kuliner di pasar malam yang terlihat tidak mengenakan masker mengaku sulit menerapkan protokol kesehatan ketika berjualan. "Ya gimana memang kondisinya seperti ini. Kalau enggak ada aktivitas, ekonomi juga lumpuh," katanya. Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan baru saja merampungkan pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Di mana dalam anggaran perubahan tersebut ditetapkan tiga hal utama alokasi APBD. Pihak Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan bahwa tiga hal tersebut adalah penanganan kesehatan, dampak ekonomi dan penyediaan jaring pengaman sosial, yang mana merupakan tiga sektor terdampak Covid 19 ini. ”Tahun ini tahun yang cukup berat. Pandemi Covid 19 ini, sangat memengaruhi sektor perekonomian kita, yang mana berimbas pada struktur pendapatan dan belanja APBD,” ujar Benyamin yang menambahkan bahwa APBD Tangsel terpaksa mengalami rasionalisasai, penyesuaian dan recofusing, Minggu (13/9/2020).

Menjadi salah satu daerah terdampak, Benyamin memastikan bahwa pemerintah tetap berupaya beradaptasi dengan kebiasaan baru. Di mana roda perekonomian sebagai salah satu variabel pembangunan daerah tetap harus berputar. Dan diharapkan dengan adanya perputaran ini, pemerintah dapat mengatasi permasalahan yang ada.

Tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang mana sudah ditentukan. Untuk penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020, pemerintah menyesuaikan dengan regulasi dan ketentuan. Di mana masih banyak sekali tugas dan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

"Jadi, mari kita fokus dan bersemangat dalam menjalankan tugas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucapnya. Terakhir Benyamin memberikan apresiasi terhadap Pimpinan dan Anggota DPRD terutama Badan Anggaran DPRD yang telah berkerja keras, konsisten, memberikan kontribusi dan perhatian. Sehingga dapat menyelesaikan Perubahan APBD Anggaran Tahun 2020.

”Selanjutnya, hasil kesepakatan ini akan disampaikan kepada Gubernur Banten untuk dilakukan evaluasi,” kata Benyamin. Tren kasus penularan infeksi covid 19 kembali meningkat di beberapa wilayah Jabodetabek dalam beberapa pekan terakhir. Kendati meningkatnya kasus, Rumah Lawan Covid 19 Kota Tangerang Selatan (RLC Kota Tangsel) masih mencatat daftar panjang pasien yang dinyatakan sembuh usai menjalani isolasi dan perawatan medis.

Data terakhir, RLC Kota Tangsel kembali memulangkan 14 orang yang dinyatakan sembuh pada Kamis, 10 September 2020. Koordinator RLC Kota Tangsel, Suhara Manullang mengatakan sebanyak 300 orang telah dipulangkan dan dinyatakan sembuh hingga kemarin. "Hingga kemarin data pasien yang masih dirawat di Rumah Lawan Covid 19 Kota Tangsel ada 22 orang," kata Suhara saat dikonfirmasi, Serpong, Tangsel, Jumat (11/9/2020).

Suhara menuturkan dari 300 orang yang sembuh terdapat 32 orang yang mendapat peralihan perawatan ke RSUD Kota Tangsel. Untungnya 32 orang tersebut kini telah dipulangkan usai menjalani masa perawatan medis dengan waktu yang bervariasi. Adapun sejak dioperasikannya RLC Kota Tangsel pada 16 April 2020 lalu tercatat total 335 pasien telah menjalani masa isolasi dan perawatan medis.

Dari 335 pasien tersebut tersisa 22 pasien yang masih menjalani isolasi dan perawatan medis dengan rincian 16 orang konfirmasi positif dan 6 orang suspect. (dik/m23)

Related Post