Kawasan pesisir menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terhadap perubahan lingkungan, terutama akibat abrasi dan degradasi ekosistem. Di tengah kondisi tersebut, peran institusi pendidikan semakin penting dalam mendorong aksi nyata berbasis keberlanjutan. Universitas Pertamina bersama Pertamina Foundation menunjukkan komitmen tersebut melalui kegiatan penanaman mangrove di Desa Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada Januari 2026.
Muara Gembong sebagai Wilayah Prioritas Konservasi
Muara Gembong dikenal sebagai kawasan pesisir yang telah lama mengalami tekanan lingkungan. Selama belasan tahun, wilayah ini menghadapi dampak abrasi yang perlahan menggerus garis pantai dan mengancam permukiman warga.
Selain faktor alami seperti gelombang laut, aktivitas manusia di masa lalu turut memperparah kondisi, terutama akibat berkurangnya hutan mangrove. Kondisi tersebut menjadikan Muara Gembong sebagai lokasi yang sangat relevan untuk dijadikan pusat kegiatan konservasi berbasis masyarakat dan pendidikan.
Kolaborasi Kampus dan Lembaga Sosial
Dalam kegiatan ini, Universitas Pertamina tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng Pertamina Foundation serta Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sebagai mitra lokal. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan lintas sektor yang semakin dibutuhkan dalam program lingkungan. Keterlibatan KNTI memastikan bahwa kegiatan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang bergantung langsung pada kondisi ekosistem laut.
Mangrove sebagai Solusi Alami Abrasi
Mangrove dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini dikenal sebagai benteng alami yang mampu menahan gelombang, memperkuat struktur tanah, serta melindungi daratan dari erosi. Selain fungsi fisik, mangrove juga memiliki peran ekologis penting sebagai habitat berbagai biota laut.
Akar-akarnya menjadi tempat berlindung ikan dan organisme kecil yang menopang rantai makanan di wilayah pesisir. Dengan menanam mangrove, upaya konservasi sekaligus berdampak pada peningkatan produktivitas perikanan.
Pemilihan Jenis dan Teknik Penanaman
Bibit yang digunakan dalam kegiatan ini adalah jenis Rhizophora apiculata atau bakau, salah satu spesies mangrove unggulan. Jenis ini dikenal memiliki daya adaptasi tinggi dan akar tunjang yang kuat.
Penanaman dilakukan dengan jarak tanam satu meter agar setiap tanaman memiliki ruang tumbuh optimal. Teknik ini bertujuan memaksimalkan pertumbuhan akar dan batang sehingga fungsi ekologis mangrove dapat tercapai secara efektif dalam jangka panjang.
Jika tertarik mengenal lebih jauh tentang Universitas Pertamina dan berbagai program unggulannya, termasuk jalur penerimaan mahasiswa baru, Anda dapat melihat daftar lengkapnya melalui situs resmi https://pmb.universitaspertamina.ac.id/admisi?src=101 sebagai referensi awal untuk melanjutkan studi di kampus yang peduli masa depan bumi.
